BULELENG – Sinergi antara TNI dan masyarakat di wilayah Kodim 1609/Buleleng kembali menunjukkan aksi nyata.
Pada Kamis (2/4/2026), pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, resmi memasuki tahap awal pengerjaan fisik.
Jembatan gantung dengan bentang sepanjang 60 meter ini diproyeksikan menjadi jalur vital yang akan memangkas jarak tempuh warga dan memperlancar akses transportasi antar-desa yang selama ini terpisah oleh aliran sungai selebar 50 meter.
Progres Pembangunan dan Teknis Lapangan.
Berdasarkan laporan harian pembangunan, proyek ini telah mencapai kemajuan awal yang signifikan. Tim di lapangan telah berhasil merampungkan pemasangan bowplank untuk penggalian pondasi tapak di kedua sisi sungai (100%).
Saat ini, fokus pekerjaan diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, meliputi:
Pondasi Pylon: Pemasangan batu gunung pada lantai dasar pylon dan pengecoran telah mencapai 18%.
Struktur Penguat: Pekerjaan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon serta besi angkur bandul mulai dicicil pengerjaannya.
Logistik: Pendistribusian material seperti pasir, batu gunung, semen, dan besi terus dilakukan ke "tepi dekat" (progress 10%) dan "tepi jauh" guna memastikan kelancaran tahap pembesian berikutnya.
Sinergi TNI dan Masyarakat
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. Personel dari Koramil dan Zibang bahu-membahu bersama warga setempat dalam menggarap setiap tahapan konstruksi.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga menjadi pemicu peningkatan ekonomi lokal di Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit," ujar perwakilan pelaksana di lapangan."