Kodam IX/Udayana - Denpasar Kodam IX/Udayana - Denpasar
BREAKING NEWS
KEMBALI
Kodam IX/Udayana Gelar Sosialisasi HIV/AIDS, “Prajurit Makodam Dites Darah”
12:27:10, 02/02/2017 BERITA UMUM
Kodam IX/Udayana Gelar Sosialisasi HIV/AIDS, “Prajurit Makodam Dites Darah”

Korban yang terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia setiap tahun semakin meningkat, baik di lingkungan masyarakat maupun anggota TNI sehingga berbagai upaya dilaksanakan  seperti yang dilaksanakan Kodam IX/Udayana bekerjasama dengan Kesdam IX/Udayana melaksanakan Sosialisasi HIV/AIDS dan Hepatitis kepada seluruh Prajurit/PNS Makodam IX/Udayana Kamis (2/2/2017) bertempat di Aula Makodam IX/Udayana.

Mengawali kegiatan sosialisasi seluruh peserta berjumlah 250 0rang melaksanakan tes darah untuk mendeteksi ada tidaknya Prajurit/PNS Makodam yang terjangkit HIV/Aids dan Hepatitis. Prajurit /PNS jangan takut di tes darahnya karena hal ini dilakukan untuk deteksi dini terhadap penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya, ini merupakan langkah yang positif dilaksanakan Kodam IX/Udayana sehingga bisa diambil langkah langkah penanggulangannya, Tegas nara sumber Letkol Ckm dr. Igusti Putu Maryanti, MARS. Lebih lanjut nara sumber menyampiakan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah Untuk memberikan pemahaman/pengertian tentang HIV/AIDS secara komprehensif meliputi pencegahan, cara-cara penularan dan peran dari masing-masing instansi dengan tujuan agar terdapat keseragaman langkah-langkah dalam pencegahan, penanganan dan pengamanan kasus dikalangan TNI dan lingkungannya, Hasil Survei Dephan / TNI dengan Depkes RI Januari tahun2000 s.d Desember 2009 menemukan bahwa  Prajurit TNI dan keluarga tergolong kelompok  rawan dan beresiko tinggi untuk tertular IMS (Infeksi Menular Sexual) dan    HIV/AIDS karena Pengetahuan tentang penyakit infeksi menular seksual HIV-AIDS masih rendah, Kebiasaan Prajurit untuk berhubungan dengan     PSK cukup tinggi, Pernah Mengalami Merasakan Gejala IMS, Kasus HIV-AIDS di TNI terutama didapat melalui hubungan Sex. Lebih lanjut Nara sumber menyampaikan tentang Kebijakan Penanggulangan HIV/AIDS Di Lingkungan TNI berdasar : Surat Keputusan Panglima TNI No. Skep/374/X/2004 Tanggal 8 Oktober 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanggulangan HIV/AIDS di Lingkungan TNI bahwa :Pelaksanaan dilakukan oleh fungsi-fungsi teknis terkait secara terarah dan terpadu, dan TERTUTUP, Tanggung jawab pelaksanaan berada di tangan Komandan/Ka Satuan, Deteksi dini terhadap calon TNI/PNS serta prajurit TNI/PNS dan keluarganya guna penanganan kasus sedini mungkin dan menekan penyebaran seminimal mungkin, Penanganan terhadap ODHA  (Orang dengan HIV/AIDS) dilakukan dengan baik dan tanpa diskriminasi.

Selanjutnya nara sumber dr. Gusti Ayu Krisna memaparkan tentang Hepatitis yang dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dlm tubuh yang m’urai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan keseluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.Hepatitis merup. penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah jenis virus yang menyerang dan sebabkan peradangan , kerusakan pada sel-sel dan fungsi. Penularan hepatitis melalui Kontak darah, Dari ibu pada anaknya, kontak seksual. Nara sumber juga menyampaikan tentang gejala yang mungkin keluar saat erakhirnya masa inkubasi virus yang kurang lebih antara 1-6 bulan sejak pertama kali terinfeksi diantaranya : Mata dan kulit akan berubah menjadi warna kuning, Berat badan akan menurun, Sakit kepala dan juga demam Kelelahan berat badan, Perut akan terasa mulas Mual bahkan munta.

Harapan dari para nara sumber bahwa Seluruh peserta nantinya harus dapat berbuat maksimal untuk mencegah penyebaran HIV-AIDS terutama di lingkungan kerja masing-masing. Pencegahan penyebaran HIV-AIDS harus terus diupayakan karena sampai sekarang belum ditemukan jenis obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Jika seseorang atau prajurit terkena HIV-AIDS maka resiko yang ditimbulkan bukan hanya berdampak kepada yang bersangkutan saja melain-kan juga kepada anak dan isterinya. seluruh peserta sosialisasi Semua informasi yang  didapat dalam sosialisasi ini hendaknya pada kesempatan pertama segera disosialisasikan kepada para prajurit serta keluarganya masing-masing.(Pendam IX/Udayana)

 

 


KEMBALI