Kodam IX/Udayana - Denpasar Kodam IX/Udayana - Denpasar
BREAKING NEWS
KEMBALI
Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Kodam IX/Udayana Gelar Sosialisasi
17:15:13, 05/06/2020 BERITA UMUM
Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Kodam IX/Udayana Gelar Sosialisasi

Denpasar - Dengan mengusung tema "Waspada Komunisme dan Faham Radikal Serta Perang Terhadap Covid-19 Demi Keselamatan NKRI", Kodam IX/Udayana mengadakan acara Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI serta meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan untuk pencegahan paham Radikalisme.                Demikian disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Teritorial Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Jemz A. Ratu Edo, pada kegiatan Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal yang digelar di Aula Udayana, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Jumat (5/6/2020).                    Dalam kesempatan tersebut, Pangdam berharap agar Para Prajurit Kodam IX/Udayana menyikapi perkembangan situasi sekarang tentang bahaya komunis yang sewaktu-waktu muncul. Paham Radikal berupaya menekan kebijakan pemerintah yang sangat mungkin terjadi dan berjalan di bawah permukaan.               "Ideologi Pancasila berpeluang diubah menjadi ideologi lainnya apabila setiap elemen bangsa Indonesia tidak memahami bahaya laten komunis dan radikal yang sangat mengancam keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia," kata Pangdam.                    Terkait dengan Pandemi Covid-19, lanjut Pangdam, dalam situasi sekarang ini setiap negara melakukan penanganan dengan memutus mata rantai Covid-19. Virus tersebut juga layaknya seperti bahaya komunis yang sewaktu-waktu muncul membuat keresahan dan kehancuran suatu negara.                    Sementara pada saat sesi diskusi, Aster Kasdam menegaskan langkah-langkah operasional sistem keamanan terpadu pecegahan radikalisme dapat dilakukan dengan cara mengenali kondisi obyektif, potensi SDM dan SDA serta budaya, termasuk kenali juga institusi pelaksana, AGHT yang ada, serta sasaran tindakan dan peluang hasil  tindakan.                       "Selain itu, diperlukan juga sosialisasi tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara serta Revolusi Mental kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk ormas-ormas dan Partai Politik," tambah Aster.                      Hal itu didukung juga oleh peran media Pemerintah Provinsi agar memberdayakan terkait Bahaya Komunis, sehingga dapat diwujudkan dengan membentuk suatu Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang merupakan perpanjangan tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).                   Kegiatan yang dilanjutkan dengan penayangan video sejarah Komunis dan diakhiri dengan sesi tanya jawab tersebut dihadiri juga oleh Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah Kesbangpol Provinsi Bali Nyoman Swanjaya, SE., M.Si., serta perwakilan personel militer dan PNS dari masing-masing satuan jajaran Kodam IX/Udayana. (Pendam IX/Udy)


KEMBALI