 Penerangan Kodam IX/Udayana Editing Kapten Daroji 16 Juli 2010 “DENGAN HIKMAH PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW KITA TINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN SERTA KUALITAS PRAJURIT TNI KEPADA BANGSA DAN NEGARA”. Itulah tema yang diusung Kodam IX/Udayana dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,Kamis (15/7) di Masjid Agung Sudirman Denpasar. Hadir dalam acara keagamaan itu Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto,Kasdam Kolonel Inf Endar Priyanto,Ketua dan Wakil Persit KCK PD IX/Udayana,Para Assisten,Pejabat teras Kodam IX/Udayana, Perwira,Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil segarnizun Denpasar. Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya mengatakan bahwa kita segawai hamba Allah SWT wajib selalu bertaqwa dan bersyukur sehingga kita Prajurit maupun PNS selalu dapat menjalankan tugas- tugas rutin yang kita emban. Yang paling penting dalam memahami Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW bahwa perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa itu mngandung makna keimanan,dimana dalam peristiwa isra’ dan mi’raj itu Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menjalankan sholat 5 waktu dan wajib dikerjakan bagi kaum muslim. Pangdam IX/Udayana menghimbau kepada seluruh Prajurit untuk menjalankan sholat 5 waktu guna selalu menjalin hubungan lansung dengan Allah SWT yaitu Habluminallah dan menjalin hubungan dengan manusia yaitu Habluminanas dan dengan semua makluk di bumi yang kita pijak ini. Sementara Drs Subhan Hadi pengasuh pondok pesantren Al Ikhlas Gilimanuk Negara dalam ceramahnya mengatakan bahwa Isra’dan Mi’raj adalah suatu peristiwa dimana Sang Maha Pencipta pemilik rahasia alam semesta memperjalankan seorang hambanya yang suci Muhammad SAW dalam dua perjalanan akbar. Perjalanan melintasi alam nyata dari Masjid Al Haram Makkah ke Masjid Al Aqsa Yerussalem Palestina serta perjalanan melintasi alam nyata ke alam ghaib dengan pembukaan tabir pembatasnya dari alam dunia ke alam masa depan. Sebelum kejadian isra’ dan mi’raj, umat Islam dan Nabi yang Agung mendapatkan suatu ujian yang sangat berat. Ujian itu adalah pemboikotan kaum kafir Quraisy dan sekutunya terhadap umat Islam, wafatnya pendamping dan penyokong dakwah Nabi saw ummul mukminin Khadijah dan pamannya Abi Thalib serta penolakan dan penghinaan oleh bani Tsaqif di Thaif. Kempat ujian tersebut merupakan ujian yang berat bagi Nabi dan umat Islam saat itu. Puncaknya adalah dengan hati yang pedih Nabi saw mengadukan diri kepada Allah Azza wa Jalla Sang Maha Penghibur bagi hambanya yang mengadu dengan lantunan doa yang khusyuk dan harap. Peristiwa isra’,Allah swt memberikan penghibur pertama kepada Nabi saw berupa perjalanan yang menakjubkan untuk ukuran zamannya. Jarak antara Makkah dan Yerusalem Palestina ditempuh berhari-hari dengan perjalanan biasa tetapi dapat ditempuh dengan sekejap mata. Teknologi masa depan yang digunakan Nabi saw pada zamannya atas izin Allah swt. Diperlihatkan pula kepada Nabi saw peristiwa yang terjadi dan terekam sempurna selama perjalanan itu termasuk cirri-ciri masjid Al Aqsa seperti halnya rekaman peristiwa dalam perjalanan biasa. Ketika di Al Aqsa, Nabi saw berjumpa dengan para Nabi as dan sholat bersama di sana. Hal ini menunjukkan bahwa para Nabi as memiliki tugas yang sama dengan Nabi saw yaitu mengajak segenap umat manusia untuk berislam, tunduk dan sujud hanya kepada Allah Yang Esa dan Nabi saw yang merupakan nabi penutup dan penyempurna bangunan dakwah islam dan risalah keselamatan itu. Terkadang manusia pada saat ini sering memilah-milah agama berdasarkan risalah yang dibawa oleh para nabi. Padahal agama atau risalah yang dibawa oleh para nabi adalah satu, yaitu Islam, agama keselamatan, agama para penghuni surga Allah. Peristiwa mi’raj, Allah swt kemudian memberikan penghibur kedua kepada nabi Naw berupa perjalanan yang lebih dan sangat menakjubkan lagi, yaitu perjalanan ke alam ghoib, lapisan langit yang tertinggi dan gambaran masa depan sesudah mati berkenaan dengan balasan amal. Ketika tabir itu dibukakan oleh Sang Maha Hebat Allah azza wa jalla, terlihat oleh Nabi saw peristiwa demi peristiwa yang sangat sulit dicerna akal manusia kecuali dengan kebeningan iman dan hati seorang hamba. Lengkap terekam oleh Nabi saw peristiwa-peristiwa yang dilalui seolah peristiwa tersebut berjalan detik demi detik hitungan manusia di alam dunia. Tabir alam dimensi lain terbuka, Nabi saw melihat lapisan langit yang disambut oleh saudaranya para nabi as dengan sapaan marhaban bil akhis shalihâ (selamat dating wahai saudaraku yang shaleh). Terlihat strategi dan tipu daya musuh abadi manusia, iblis laknatullah dengan dunia yang fananya. Terlihat kenikmatan surga dengan segala fasilitas yang ada yang jauh berbeda dengan fasilitas kemewahan di dunia. Terlihat kesengsaraan di neraka yang disiapkan untuk hamba Allah yang mendustakan kebenaran hakiki. Dan puncaknya adalah kenikmatan yang diberikan pada Nabi saw yaitu berkomunikasi langsung dengan Allah dan sekaligus beliau diberikan satu risalah syariat shalat wajib 5 waktu, tiang penyangga keselamatan manusia setelah syahadat.
Kembali |