a.Sejarahsatuan merupakan suatu gambaran cikal bakal berdirinya satuan. Dari sejarah keberadaan yang sekarang, terhimpun suatu proses yang panjang dapat menjadi cermin keberhasilan dalam mengemban tugas - tugas satuan.
b.Sejarah satuan dapat merangsang pembentukan jiwa korsa yang baik dan kebanggaan satuan, sehingga untuk dapat terpelihara jiwa korsa yang baik dan memiliki kebanggaan dan kebesaran satuannya, setiap prajurit dan keluarga Batalyon harus mengetahui sejarah satuannya.
2.Maksud dan Tujuan.
a.Maksud.Memberikan gambaran kepada segenap warga Batalyon Infanteri 742/ SWY untuk lebih mencintai keberadaan Batalyon sendiri.
b.Tujuan. Untuk menumbuhkan jiwa korsa dan semangat keprajuritan dalam mengemban tugas satuan dengan mengetahui cikal bakal dari Batalyonnya.
3.Ruang Lingkup dan Tata urut.
a.Ruang Lingkup. Sejarah singkat ini meliputi cikal bakal satuan, Lambang satuan serta arti dan maknanya, Pejabat yang pernah menjabat Danyonif 742/SWY.
b.Tata Urut
1)Pendahuluan.
2)Sejarah Singkat Batalyon Infanteri 742/SWY.
3)Arti dan Makna Tunggul batalyon Infanteri 742/SWY.
4)Sejarah Pembentukan.
5)Penugasan.
6)Pejabat Danyonif 742/SWY.
7)Kesimpulan.
8)Penutup.
II.RIWAYAT SINGKAT KESATUAN
Ringkasan Sejarah.
a.Pada bulan April 1956 di Singaraja - Bali mendarat Batalyon 701 dari RI 25/Maluku Selatan dipimpin oleh Kapten Abdul Jalal sebagai Komandan Batalyon di RI-26/Nusa Tenggara, Kompi-Kompi Yon 701 di tempatkan di Pulau Bali, Lombok dan Sumbawa. Setelah berjalan sekitar satu setengah tahun di Nusa Tenggara tepatnya pada tanggal 1 Januari 1959 berdasarkan Surat Keputusan Pangdam Nusa Tenggara Nomor : KPTS/005/I/1959 Yon 701 dipecah, dan selanjutnya tanggal 20 Juni 19592 Kompi yang berada di Lombok dan Sumbawa ditambah dengan Tamtama Milsuk Lulusan Angkatan ke-2 tahun 1958 disusun menjadi 1 Batalyon yang diberi nama BatalyonY/Raksa Buana. Susunan BatalyonY/ Raksa Buana saat itu sbb:
Danyon: Kapten Suntoro.
Wadanyon: Kapten Sumitro, kemudian diganti oleh Kapten Hanapi.
Dankima: Kapten Sardi.
Danki - A: Kapten Abdullah, kemudian diganti oleh Kapten Basir Sandi
Surya.
Danki - B: Lettu Subaggio.
Danki - C: Lettu R. Sutopo.
Danki - D: Lettu S. Harahap, kemudian diganti oleh Lettu R. L. Arwan.
b.Pada tahun 1960 keluar Surat Keputusan tentang sebutan Batalyon Y/Raksa Buana menjadi Batalyon 706/Raksa Buana dan sebagai Komandan Batalyon diangkat Kapten Abdul Jalal.
c.Pada tanggal 17 Maret 1965 dengan Surat Keputusan Pangdam XVI/Udayana Nomor :Kep-070/3/1965BatalyonInfanteri 706ROI-IIdirubahmenjadiBatalyonInfanteri 742-ROI-64.
dBerdasarkan Radiogram Pangdam XVI/Udayana Nomor :T-705/1966 tanggal 25 Oktober 1966,Yonif 742 ROY-II dirubah menjadi Yonif 742 ROI-64 dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : Skep 169/VI/1973 tanggal 8 Juni 1973 disyahkandandi serahkan Tunggul Yonif 742dengan nama “ SATYA WIRA YUDHA “ ( Gambar Inti : Gunung, Bintang, Senjata Trisula dan Laut Berbuih ).
e.Komandan Batalyon Infanteri 742 setelah Mayor Abdul Jalal hingga sekarang berturut-turut sbb :